senja 17 Headline...

Inilah Penyebab Tentara Menjadi Berani di Medan Perang

Peneliti menemukan rahasia mengapa tentara setia berjuang dan rela mati demi yang lain, karena berhubungan dengan insting yang sama seperti ketika ibu melindungi anaknya.

Peneliti mendapati dalam pertempuran yang panas, ditemukan unsur kimia yang sama dengan yang berjalan di dalam darah ibu, dan memunculkan perasaan sangat agresif pada 'pihak luar'.



Efek ini ditemukan di sekitar hormon oxytocin yang hadir saat individu melepaskan stress dan saat mereka bersosialisasi dengan orang lain.

Ilmuwan menemukan bahwa hormon ini berhubungan dengan hormon cinta ataupun ikatan yang membuat mereka seperti seorang ibu dan bertindak agresif pada pihak musuh.

Menggunakan permainan simulasi komputer, peneliti menemukan bahwa relawan yang diberikan semprotan hormon ini memiliki ikatan lebih cepat dan lebih dalam dengan kelompok mereka, namun menjadi lebih 'galak' di luar teman mereka.

Dr Carsten De Dreu dari University of Amsterdam, seperti dikutip dari Telegraph mengatakan fenomena ini dikenal sebagai parochial alturism atau 'merawat dan mempertahankan'.

Dr. De Dreu yang mempublikasikan penemuan ini di science mengatakan, “Oxytocin seperti pedang dengan dua sisi. Ini membuat Anda sangat baik terhadap kelompok Anda, tetapi begitu agresif dengan pihak luar.”

Holly Arrow, ahli psikologi perang dari University of Oregon mengatakan, “Oxytocin sangat penting bagi keterikatan manusia dan membuat mereka siap membela kelompok tersebut.”

Sumber :

READ MORE - Inilah Penyebab Tentara Menjadi Berani di Medan Perang

8 Misteri Yang Akan Menambah Wawasan Anda

Ternyata Dunia itu penuh misteri. Bukan misteri gunung merapi. Tapi misteri yang tidak bisa kita percayai, tapi itu memang ADA dan bukan HOAX semata. Ada 8 misteri dunia yang menarik untuk dibaca, yang tentunya pasti akan menambah wawasan Anda.

1.Petir Abadi di Venezuela

Petir Catatumbo yang misterius adalah sebuah fenomena alam yang unik di dunia. Terletak di muara sungai Catatumbo di Danau Maracaibo. Fenomena ini berupa awan petir yang membentuk sebuah "garis" kilat sepanjang 5 kilometer, setiap 140 - 160 malam dalam setahun, selama 10 jam tiap malam, dan lebih dari 280 kali dalam 1 jam itu. Ini hampir bisa disebut 'badai permanen'. Petir ini mempunyai intensitas 400.000 ampere dan terlihat hingga 400 km jauhnya. Menurut penelitian, petir ini terjadi karena tumbukan angin yang berasal dari Pegunungan Andes. Petir ini juga dijadikan sebagai navigasi oleh para pelaut.

2.Hujan Ikan di Honduras

The Rain of Fishes (Hujan ikan) ada diceritakan dalam Cerita Rakyat Honduras. Namun, juga terjadi secara nyata di Departamento de Yoro, antara bulan Mei dan Juli. Saksi mengatakan bahwa fenomena ini dimulai dengan awan gelap di langit, diikuti dengan kilat, guntur, angin kencang dan hujan lebat selama 2 - 3 jam. Setelah hujan berhenti, ratusan ikan ditemukan hidup di tanah. Orang mengambil ikan - ikan ini dan memasaknya. Sejak 1998, Festival Hujan Ikan dirayakan setiap tahun di kota Yoro.

3. Kambing yang Memanjat di Maroko

Kambing yang memanjat pohon, hanya dapat ditemukan di Maroko. Kambing ini memanjat pohon karena ingin memakan buah dari Pohon Argan, yang mirip dengan Buah Zaitun.

4. Hujan Merah di Kerala

Dari 25 Juli sampai 23 September 2001, hujan merah turun di selatan India, Propinsi Kerala. Tidak hanya merah, hujan warna kuning, hijau dan hitamjuga dilaporkan terjadi. Pemerintah India menemukan bahwa hujan ini telah "diwarnai" oleh spora dari alga, yang tersebar di udara. Kemudian, awal tahun 2006, Kerala pun menjadi perhatian dunia.

5. Ombak Terpanjang di Brazil

Dua kali dalam setahun, antara Februari dan Maret, air Samudera Atlantik bertumpuk di Sungai Amazon, menciptakan gelombang ombak terpanjang di dunia. Fenomena ini disebabkan oleh arus Samudera Atantik yang memenuhi muara sungai, sehingga menghasilkan ombak setinggi 12 kaki yang dapat berlangsung hingga lebih dari setengah jam.

6. Matahari Hitam di Denmark

Selama musim semi di Denmark, sekitar satu setengah jam sebelum senja, lebih dari 1 juta Sturnus Vulgaris (sejenis burung) berkumpul dari seluruh pelosok untuk bergabung dan membentuk suatu kumpulan yang luar biasa besar di udara. Hinnga membuat langit menjadi terasa gelap. Fenomena ini disebut Black Sun, dan dapat disaksikan di awal musim semi di barat Denmark.

7. Pelangi Api di Idaho

Femonena atmosfer yang dikenal dengan circumhorizon arc atau Fire Rainbow (pelangi api), akan muncul ketika matahari berada tinggi (lebih dari 58 derajat diatas horizon). Cahaya matahari menembus lurus dan menyinari awan cirrus, sehingga menghasilkan semacam lempengan kristal segi enam dan membentuk efek prisma. Sehingga terlihat pelangiyang berbentuk seperti api.

8.Misteri Crop Circle

Crop circle adalah suatu bentuk lingkaran dan bentuk bentuk lain seperti geometri (dan kebayakan berukuran besar/luas ), bahkan adajuga yang yang biasa ditemui membentuk citra mahkluk hidup seperti kalajengking,bunga matahari,Lebah,dll.diladang pertanian khususunya gandum. Di Inggris, Canada, Amerika, Australia dan Jepang, banyak ditemukan fenomena crop circle. Fenomena ini biasanya muncul di musim panas saat ladang pertanian ditumbuhi dengan tanaman.. Bentuk geometri itu kadang berupa lingkaran-lingkaran atau bisajuga berbentuk rangkaian gambar yang unik, yang menunjukkan bahwa pembuatnya adalam makhluk yang cerdas. Tapi, crop circle ini bukan dibuat oleh manusia berdasarkan berbagai bukti yang telah diselidiki oleh para ilmuwan. Lantas mahkluk apa seperti yang kurang kerjaan membuat semua ini??? Crop circle banyak dijumpai di Inggris selatan.

Source 
READ MORE - 8 Misteri Yang Akan Menambah Wawasan Anda

Sebuah Renungan Ramadhan Bagi Muslim

ramadhan bersua, maka boleh jadi semua muslim di dunia menyambutnya dengan gembira. Karena bulan ini bukan saja bulan di mana segala amal ibadah menjadi dilipat gandakan balasannya (baca: pahala), meskipun bagi saya yang terpenting bukan pahalanya, tapi bulan di mana setiap muslim tak peduli status sosialnya harus sama-sama menjalankan dengan khusyuk dan menahan diri dari segala perbuatan-perbuatan tercela, karena seperti kata ustadz-ustadz yang pernah saya dengar ceramahnya mengatakan bahwa puasa termasuk puasa ramadhan harus menjadi perisai agar yang melaksanakan boleh terlepas dan terlindungi dari segala maksud-maksud perbuatan tak terpuji, sehingga mampu mencapai predikat taqwa sebagaimana target dari perintah ibadah puasa itu sendiri.
Mereka tidak tau kapan waktu tiba bisa mengatasi rasa lapar, sementara kita yang puasa mengerti kapan tiba saat berbuka

Saking meriahnya sambutan terhadap bulan ini, maka geliatnya terasa bahkan seminggu sebelum puasa berjalan. Mulai dari stasiun TV yang beralih acara agak islami-islami dikit, masjid-masjid yang dibenahi agar tampak indah dan sedap dipandang, karena maklum pada bulan ini masjid dipastikan bakalan penuh, meskipun cuma dalam hitungan beberapa minggu saja, pedagang di pasar-pasar yang kebanjiran pembeli, pasar juadah yang bermunculan, sampai percetakan yang kebanjiran orderan spanduk dan baliho ucapan selamat berpuasa, jadwal imsakiyah dan sebagainya, apalagi di daerah yang kebetulan bakal melaksanakan pemilihan kepala daerah pasca puasa nanti.

Karena saya bukan ustadz dan ahli agama, maka dalam tulisan ini saya tidak mengomentari macam-macam tentang hikmah puasa ramadhan, apalagi tentang banyaknya keutamaan berpuasa, manfaat berpuasa dan sebagainya, tapi betul-betul sekedar menulis tentang fenomena sosial yang tampak saja jika ramadhan tiba.

Semua tampak serba religius ketika ramadhan tiba, karena memang di bulan ini selain ibadah puasa, maka selalu beriringan dengan intensitas peningkatan ibadah-ibadah yang lain pula, tentunya dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan ketaqwaan.

undefined

Coba kita renungkan makna sesungguhnya kita melakukan puasa

Maka di bulan ini dapat dipastikan angka orang yang membayar zakat cukup tinggi, orang yang berubah dermawan kemudian beramal memberi makan kaum fakir-miskin juga tinggi, acara pengajian tadarusan bersama juga naik drastis. Karena seperti kata ustadz bahwa fungsi puasa juga bukan sekedar menahan haus dan lapar, sebab dengan haus dan lapar itulah seharusnya mengingatkan kaum yang jarang merasakan haus dan lapar untuk ingat kepada kaum yang sering merasakan haus dan lapar.

Sederhananya, bulan ini juga merupakan ajang bagi manusia-manusia yang kebetulan ‘berpunya’ agar tidak ‘pelit’ harta buat berbagi dan mempunyai rasa kepedulian terhadap saudaranya yang miskin. Makanya, seringkali dalam tiap ceramah agama yang sering saya dengar, selalu terungkap hendaknya puasa boleh jadi menyadarkan orang-orang kaya agar tersentuh nuraninya, yaaah…untuk lebih giat beramal-lah, sekali-sekali belajar berzakat, bershadaqah dan berinfaq terlebih-lebih kepada kaum fakir-miskin dan anak-anak yatim yang berada di sekelilingnya.

Sebagai bulan penempaan diri yang bukan saja mengajarkan ibadah ritual tapi juga ibadah sosial, maka seharusnya di bulan ini jangan dijadikan ajang pamer kemewahan dan parade kesombongan. Kenapa saya katakan demikian, karena terkadang saking salah kaprahnya menyambut dan menjalani puasa ramadhan sampai menyambut idul fitri nanti, maka ada sebagian manusia-manusia “berada” tersebut, malah melakukan agenda pamer kemewahan dan parade kesombongan itu.


Seperti mengunjungi dengan niatan menyantuni orang fakir-miskin dan anak yatim, tapi dengan berpakaian yang bermewah-mewahan dan berlebihan, kalau perlu semua perhiasan digunakan, semua pakaian necis dipakai, trus makan sahur dan berbuka dengan mubazir, nanti menjelang idul fitri pesta belanja dan sebagainya.

Selanjutnya kegiatan-kegiatan penyantunan itu cuma sekadar mempertontonkan simbol-simbol relijiusitas agar semata-mata dibilang “dermawan” di mata manusia, yaah seperti jika membantu orang miskin dan anak yatim piatu mesti diliput televisi dan media massa, seakan-akan udah paling shaleh sendiri. Banyak fenomena seperti ini yang tampak berjubel selama ramadhan, trus pasca ramadhan, semua itu lenyap tak berbekas seperti melukis di atas air.

Inilah beda antara puasa “sebagian kaum kaya borjuis” dengan puasa kaum miskin, kalau puasa “sebagian kaum kaya borjuis,” biasanya bekas dan betahnya cuma sebulan, trus selama sebulan itu dijadikan ajang unjuk gigi pamer segala kekayaan itu. Artinya, ternyata puasa itu sudah berubah dan turun status menjadi simbol kemapanan ekonomi belaka. Haus dan laparnya tak menyisakan pembelajaran apa-apa selain haus dan lapar selama sebulan itu.
Kemudian kalau kaum miskin, pada ramadhan ini, terkadang belum tentu juga dapat berpuasa full, karena biasanya mereka harus membanting tenaga jauh lebih keras dan mungkin menganggap dari ramadhan ke ramadhan adalah sesuatu yang biasa saja dan sudah sering mereka hadapi, karena yaa…haus dan laparnya hampir sama saja tiap hari, yang beda mungkin banyaknya orang memberi sedekah, itu saja! Dan…pasca idul fitri nanti yaaa haus dan lapaaar lagi, bahkan mungkin lebih parah haus dan laparnya!

Meskipun sudah berkali-kali diungkapkan, bahwa secara makna berpuasa mestinya menyadarkan kita akan rasa haus dan lapar yang justru tiap hari dialami kalangan fakir miskin, dan sebenarnya pada bulan ini adalah ajang melatih diri untuk menjalani apa yang sama dirasakan kaum fakir-miskin yang serba kekurangan, serta untuk mengembangkan sikap empati dan simpati terhadap derita rakyat miskin. Tapi faktanya tidak demikian memang.
So…alangkah menjadi lebih menarik seandainya semua elemen masyarakat termasuk pemerintah mendiskusikan bagaimana caranya mengkampanyekan agar momentum ramadhan dapat menjadi starting upaya memberdayakan kaum fakir-miskin yang termarjinalkan.
Karena kaum fakir-miskin hadir bukan semata-mata karena takdir, tapi karena ternyata kekuasaan, kebijakan dan kekuasaan modal yang justru semakin memiskinkan, melanggengkan kemiskinan, tidak memberikan akses yang membebaskan dan tidak memihak kepada kaum miskin.

Untuk menghayati penderitaan mereka itulah kita puasa.
Bagaimana kerontangnya kerongkongan tanpa disentuh air saat mendorong
gerobak sampah pemulung di panas terik. Bagaimana lemahnya tubuh disaat
tak dapat sepotong makanan pun sepanjang hari. Dan bisakah hati tidak
megeluh akan semua itu? Bisakah mulut tidak rewel dan cerewet menjalani
semua itu?
Bagaimana jika hal itu berlangsung lama?
Bagaimana jika waktu berbuka itu tidak ada? Yang biasanya sudah ditunggu
hidangan makanan indah bak buah-buahan dalam bayangan sorga? Bagaimana
jika ibadah puasa itu tanpa sahur? Yang tujuannya jelas-jelas
dipersiapkan sebagai energi cadangan untuk menjalani puasa di siang
hari? Lalu saat berbuka akhirnya juga dibayar sekian kali lipat?
Lalu kenapa saya, anda dan kita semua,
terutama para pengkotbah begitu gencarnya menyeru puasa itu wajib bagi
siapa saja? Termasuk mereka yang miskin papa?
Ya itu kan perintah Tuhan.
Perintah Tuhan?
Apakah Tuhan buta realitas?
Oh … kejam nian Tuhan jika demikian.
Jangan-jangan Tuhan mencibirkan manusia yang mengaku beriman dengan
berkacak pinggang dalam kotbah dan ceramah suci mulia. Tapi para
gelandangan tetap kelaparan dan tidur dalam tumpukan sampah. Sementara
kita kaum beriman menikmati apel, juice saat berbuka puasa. Yang kita
yakini sebagai kemenangan menahan nafsu di siang hari.
Bisakah kita merasa malu?
Malu bahwa puasa kita hanya omong kosong?
Puasa kita hanya semacam festival menunda selera pacu yang lebih ganas
menjelang waktu berbuka? Puasa manja yang tidak pernah kurang makan?
Puasa yang sudah dipersiapkan dengan makanan sahur agar tidak tumbang di
siang hari? Puasa yang kita elu-elukan secara kroyokan? Puasa yang
ibarat mobil ambulance lewat? Yang memaksa semua mobil lain minggir
karena mau lewat? Puasa yang memaksa dunia harus mengakui bahwa kita
lagi puasa sambil berteriak: “Jangan ganggu saya, saya lagi puasa.
Jangan makan dekat saya!”
Apakah artinya puasa Ramadhan bagi kaum
miskin papa yang sudah selalu puasa dalam banyak hal? Tidak seperti
kita orang beriman omong kosong yang cuma menahan haus lapar? Yang
dilakukan cuma karena takut ancaman Tuhan dan mengumbar pahala? Dan
lebih-lebih karena takut ancaman sosial karena dinilai sebagai orang
yang tidak bermoral dan tidak beriman?


source
READ MORE - Sebuah Renungan Ramadhan Bagi Muslim

TAHUKAH ANDA Facebook Picu Tren Narsisme

pendiri facebook mark zuckerberg
Bangun tidur langsung login ke Facebook, memposting setiap detail dari kehidupan seseorang, memajang foto, video, dan mengupdate status merupakan hal yang sangat lumrah bagi jutaan pengguna situs jejaring sosial tersebut.

Dengan jumlah yang telah melebihi 750 juta pengguna, kini generasi muda sampai manula sudah saling berkawan dan menyampaikan pada dunia setiap detail dalam hidup mereka, dan juga berharap ada tanggapan untuk setiap posting yang mereka lakukan.

‘Privacy’ sendiri tampaknya sudah merupakan konsep yang kuno akibat adanya jejaring sosial.

Dikutip dari Med India, 1 Agustus 2011, peneliti menyebutkan, mereka yang secara konstan memposting gambar dan update terhadap aktivitas mereka sebenarnya mencari tanggapan ataupun komentar terhadap apapun yang mereka posting. Hal ini serupa dengan anak kecila yang secara terus menerus mencari pujian dan tanggapan.

Pengguna Twitter, situs jejaring sosial lain yang memungkinkan orang memposting pikiran, komentar, dan tanggapan mereka terhadap berbagai hal, sebenarnya juga mendorong orang untuk tetap berada di dunia virtual. Praktek ini berpotensi memutuskan mereka dari kehidupan di dunia nyata.

Peneliti menyebutkan, tren seperti ini sangat berbahaya karena ia bisa menghambat kemampuan orang untuk berkomunikasi dengan baik di dunia nyata, dan juga bisa memicu krisis identitas. Lebih lanjut, pengguna bisa mengalami penurunan konsentrasi, rentang perhatian pendek dan menjadikan mereka orang-orang yang terobsesi dengan dirinya sendiri, yang terus-menerus mencari sanjungan dari teman-teman virtual mereka. (eh)

source
READ MORE - TAHUKAH ANDA Facebook Picu Tren Narsisme
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...