senja 17 Headline...

Showing posts with label Entrepreneur. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneur. Show all posts

Membuka Bisnis Minuman Air Leri / tajih

air_leri
Anda pernah mendengar istilah air leri? Yah, air leri merupakan air bekas cucian beras yang biasanya hanya dibuang begitu saja seperti layaknya limbah. Tapi tahukah Anda apabila air leri merupakan salah satu sumber energi karbohidrat berupa pati yang kadarnya bisa mencapai 85-90%. Selain itu terdapat zat lain seperti protein, pentosa, selulosa, hemiselulosa dan gula. Sehingga sangat sayang jika air leri tidak dimanfaatkan.

Karena kandungan gizinya yang tinggi, Anda dapat meraup keuntungan dari air leri. Anda dapat megubah air leri menjadi minuman kemasan dengan menambah bahan-bahan lain seperti agar-agar, sirup, buah-buahan, ataupun biji selasih. Tentunya, inovasi ini akan mendatangkan laba bagi Anda. Selain itu, Anda tidak memerlukan modal besar dalam menjalankan bisnis ini.

Untuk mengolah air leri menjadi minuman yang nikmat cukup mudah. Pertama, air bekas cucian beras di rebus dengan gula pasir hingga mendidih. Sambil menunggu air rebusan dingin, buat isi campurannya. Buat agar-agar yang kemudian dipotong-potong sesuai selera. Anda dapat menggunakan buah-buahan seperti melon, nanas, pepaya, dan sebagainya sebagai pelengkap. Setelah air leri dingin, masukan agar-agar dan buah-buahan pelengkap yang kemudian dikemas dalam kemasan yang menarik. Selamat mencoba!

sumber
READ MORE - Membuka Bisnis Minuman Air Leri / tajih

Trik Mengasah Bakat Entrepreneur

entrepreneurship-sen
Keinginan sudah sangat menggebu untuk membuka peluang usaha baru, namun Anda masih ragu untuk segera memulainya. Atau, niat berbisnis masih jalan di tempat, lantaran Anda masih bingung bagaimana menangkap peluang dan menarik sebanyak mungkin pelanggan atas barang atau jasa yang Anda tawarkan.

Ada banyak cara untuk memulai bisnis. Tentunya, Anda bukan asal-asalan memulai kan? Anda juga perlu menajamkan intuisi dalam berbisnis, sehingga Anda dapat mengembangkan usaha menjadi lebih besar lagi.

Dengan beragam pilihan sarana yang ada, Anda bisa mengasah bakat entrepreneur Anda dengan cara berikut:

1. Membaca buku-buku bisnis
Buku bisnis praktis yang ada sekarang ini ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan dilengkapi dengan bonus CD jika Anda ingin mendengar versi audionya. Bidang usaha yang ditawarkan pun banyak macamnya. Pilihlah buku dengan bidang yang sesuai pilihan Anda, lalu pelajari tips-tips praktis yang disediakan.

2. Mengikuti diskusi, talk show, atau seminar bisnis
Mulailah mencari jadwal diskusi, talk show, atau seminar bisnis, dimana saja. Dari berbagai tema seminar yang diadakan, Anda bisa mengikuti perkembangan tren bisnis saat ini. Seminar semacam ini biasanya juga dihadiri para pemula di bidang bisnis. Anda bisa mengetahui apa saja masalah yang mereka hadapi saat terjadi tanya-jawab.

Banyak hal lain yang menguntungkan bisa Anda peroleh dari mengikuti seminar, di antaranya:
* Mendapat ilmu seputar bisnis.
* Menambah pengalaman, setidaknya dari pengalaman narasumber, bagaimana menjalankan bisnisnya.
* Mendapatkan ide dan inspirasi yang bisa memompa semangat.
* Menambah banyak kenalan, sehingga membuka peluang untuk menjadi partner bisnis.
* Mengenalkan usaha Anda, dengan berbagi kartu nama dan presentasi singkat tentang karakter bisnis Anda.
* Konsultasi gratis dengan berbagai pihak yang lebih berpengalaman dalam berbisnis.

3. Mencari mentor
Keteladanan menjadi kebutuhan yang juga penting. Dengan adanya role model Anda bisa menemukan semangat, ilmu, serta pengalamannya bertahan. Cara mendapatkan mentor adalah dengan membuka pergaulan seluas-luasnya. Di antaranya dengan mengikuti berbagai kesempatan diskusi, talk show, atau seminar.

Menjalin hubungan baik juga penting. Dengan kedekatan tersebut Anda bisa dengan mudah untuk meminta waktu berbincang seputar dunia usaha. Karena biasanya, pebisnis sukses sangat terbatas waktunya. Suatu keberhasilan jika Anda bisa berbagi ilmu, dan membuka peluang hubungan bisnis baru (business to business).

4. Terjun langsung
Setelah belajar, mempersenjatai diri dengan pengetahuan bisnis, kini saatnya memulai. Modal nekad memang bisa menjadi pemicu. Tentu saja sertai perhitungan yang matang berdasarkan ilmu yang telah Anda serap sebelumnya, ditambah modal usaha, persiapan, dan relasi yang cukup luas. Berhasil membuka usaha dan terus belajar adalah perjalanan sepanjang hidup untuk menyempurnakan bisnis.

5. Mengikuti training atau pelatihan bisnis
Tidak berbeda jauh dengan kegiatan sebelumnya seperti seminar, pelatihan juga punya kontribusi besar untuk kemajuan bisnis Anda. Melalui pelatihan, Anda bisa mendapatkan ilmu bisnis praktis dengan waktu lebih banyak. Memang, Anda harus membayar cukup mahal untuk mendapatkan ilmu tersebut. Namun, anggaplah biaya training sebagai investasi awal untuk memancing lebih banyak lagi materi dari bisnis yang akan Anda kembangkan nantinya.

sumber
READ MORE - Trik Mengasah Bakat Entrepreneur
karakter_Entrepreneur
Untuk bisa meraih kesuksesan, seorang entrepreneur wajib memiliki karakter-karakter perilaku tertentu. Sebab, seorang entrepreneur merupakan manusia pilihan yang tampil berbeda dibanding dengan manusia kebanyakan. Mereka tentunya memiliki keunggulan-keunggulan.
Geoffrey G. Meredith, seorang ekonom dunia mengemukakan karakteristik yang harus dipunyai seorang entrepreneur yang sukses. Karakter tersebut antara lain:

* Percaya diri
Seorang entrepreneur harus memiliki keyakinan diri atas kemampuan yang ia miliki dalam menjalankan bisnisnya maupun dalam menghadapi masalah-masalah yang harus dihadapinya saat menjalankan bisnisnya tersebut. Keyakinan diri ini juga harus dibarengi dengan sikap kemandirian dan rasa optimisme.

* Berorientasikan tugas dan hasil
Seorang entrepreneur sejati senantiasa memiliki tujuan-tujuan  tertentu yang ia tetapkan dalam meraih hasil maksimal bagi bisnisnya. Dan, sebagai seorang pelaku bisnis, tentu laba menjadi salah satu tujuan utama. Dalam usaha mencapai tujuan-tujuan yang ada, seorang entrepreneur harus memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan penuh inisiatif.

* Pengambil risiko
Seorang entrepreneur harus berani mengambil resiko, bahkan suka akan tantangan.

* Kepemimpinan
Seorang entrepreneur harus mampu bertindak sebagai pemimpin. Ia harus bisa menempatkan dirinya di tengah para bawahannya dengan baik, maupun dengan berbagai pihak luar yag harus ia temui setiap harinya berkaitan dengan bisnis yang dijalani.

* Keorisinilan
Seorang entrepreneur harus memiliki kreativitas tinggi dan mampu menciptakan inovasi-inovasi dalam usahanya. Tanpa adanya kreativitas untuk menciptakan ide-ide orisinil, tentu seorang entrepreneur tidak akan bisa bertahan dalam dunia persaingan bisnis.

* Berorientasi masa depan.
Seorang entrepreneur tidak boleh terjebak dengan pemikiran sempit dan rencana-rencan jangka pendek saja. Ia wajib memiliki rencana jangka panjang dan cara berpikir yang berorientasi terhadap kelangsungan bisnisnya di masa depan.

* Mau menerima kritik
Seorang entrepreneur sejati tidak menganggap kritik sebagai suatu hal yang menakutkan. Kritik merupakan masukan berarti untuk memperbaiki diri.

Sementara itu, ahli ekonom lainnya, M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer mengemukakan delapan karakteristik yang harus dimiliki seorang entrepreneur:
1. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2. Lebih memilih risiko yang moderat.
3. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil.
4. Selalu menghendaki umpan balik yang segera.
5. Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan.
6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8. Selalu menilai prestasi dengan uang.

Dalam mencapai keberhasilannya, seorang entrepreneur memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. Buku "Enterpreneurship and Small Enterprise Development Report" menitikberatkan tiga karakter yang dimiliki seorang entrepreneur yang sukses.
* Proaktif
Memiliki inisiatif dalam berbisnis dan tegas saat membuat keputusan.

* Berorientasi prestasi
Tercermin pada cara pandang dan tindakan yang diambil saat peluang bisnis ada di depan mata. Entrepreneur yang sukses juga menyadari pentingnya efisiensi dalam menjalankan bisnis, mengutamakan kualitas dalam pelaksanaan pekerjaan, memilki kemampuan perencanaan yang baik dan tidak melupakan arti penting dari pengawasan.

* Komitmen terhadap pihak lain
Kesuksesan seorang entrepreneur juga dipengaruhi kemampuannya dalam memenuhi komitmen terhadap pihak lain, misalnya dalam kontrak bisnis.

sumber
READ MORE -

Definisi Entrepreneurship, Intrapreneurship, Entrepreneurial dan Entrepreneur

entrepreneur_1

Beberapa tahun terakhir ini, kata entrepreneurship menjadi perbincangan di kalangan perguruan tinggi. Hal ini tidak terlepas dari adanya fenomena banyaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur, karena jumlah lulusan tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Kondisi ini mendorong para praktisi pendidikan di perguruan tinggi untuk melakukan reorientasi terhadap lulusannya yang dinilai semata-mata disiapkan sebagai pencari kerja, bukan pencipta kerja.

lstilah entrepreneurship diperkenalkan kali pertama oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Irlandia yang berdiam di Perancis pada abad ke-18. Dia mendefinisikan entrepreneurship sebagai, "The agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product." Dia menyatakan bahwa entrepreneur adalah seorang pengambil resiko. Tidak lama kemudian J.B Say dan Perancis menyempurnakan definisi Cantillon menjadi, "One who brings other people together in order to build a single productive organism." Artinya entrepreneur menempati fungsi yang lebih luas. yaitu seorang yang mcngorganisasikan orang lain untuk kegiatan produktif.

Baru satu abad berikutnya ekonom Inggris sepenti Adam Smith dan John Stuart Mill membahas tentang konsep ini dan menyatakan bahwa entrepreneurship merupakan keterampilan yang tidak biasa, tetapi tidak menemukan istilah yang tepat di dalam bahasa Inggris. Smith dan Mill menyebutnya, business management. John Stuart Mill mcmisahkan fungsi entrepreneur antara yang menerima laba dan yang menerima bunga. Diperluas lagi oleh Schumpeter yang menempatkan manusia sebagai faktor sentral proses perkembangan ekonomi. Dalam proses itu entrepreneur melakukan inovasi dalam bentuk cara atau produk. dan eksploitasi sumber-sumber baru.

Saat ini, ada kerancuan istilah antara entrepreneurship, intrapreneurship, dan entrepreneurial, maupun entrepreneur.

Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.

Intrapreneurship didefinisikan sebagai entrepreneur yang terjadi di dalam organisasi yang merupakan jembatan kesenjangan antara ilmu dengan keinginan pasar.

Sedang, entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan aset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru. Sementara, istilah entrepreneurial adalah kegiatan dalam menjalankan usaha.

sumber
READ MORE - Definisi Entrepreneurship, Intrapreneurship, Entrepreneurial dan Entrepreneur
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...